Postingan

Tujuh Belas Ribu Dua Ratus Delapan Puluh hari Mengenalmu

Kamu gak mau tanya gimana perasaan aku waktu lagi sayang-sayangnya ditinggalin? Atau kamu gak penasaran gimana perasaan aku kamu kasih banyak harapan yang kosong? sini dulu deh, kamu harus duduk dulu. Terus, nanti kita bicarakan baik-baik. Tapi nyatanya pertemuan kita singkat, tak selama ekspektasinya. Sampai akhirnya semua manusia dilahirkan untuk belajar ikhlas dan aku harus ikut andil dalam pelajaran mengikhlaskan. harusnya kamu paham dari masa ke masa, harapan itu bukan sebuah permainan seperti lompat tali. Kamu anggap remeh dan gampang di tarik ulur. Harapanmu membawaku kesebuah patah hati yang menurutku sangat dalam dan dampaknya sering ku sebut sebagai "luka". Hari itu seharusnya aku diam, aku tak usah melihat mata yang memiliki sorot mata yang teduh itu. " Kamu siapa? bisa-bisanya aku penasaran dengan sorot matamu!!"  Sampai saat ini, aku ingat bagaimana cara kita bertemu dan bagaimana cara kita menjadi asing tak saling kenal. Semua melekat jela...

Tak ada yang lebih bermakna dibandingkan Asa yang tertuliskan

Semoga tulisanku memberikan lega untuk diriku sendiri, dan kalau kita memiliki hal yang sama semoga tulisan yang berasal dari asa masalalu ini bisa samasama melegakan dahaga yang kamu miliki.  Menurutku, bagian yang terus membuatku sekuat saat ini adalah sebuah cerita dan pengalaman yang kamu buat habis-habisan hingga air mataku tak sanggup menetes kembali saat mengingatmu kala itu. tujuanku menulis ini bukan untuk mengenang siapapun jangan terlalu percaya diri kamu tidak sehebat itu untuk mengendalikan diriku.  Tak ada yang lebih bermakna dibandingkan ketulusan dari sebuah tulisan yang kamu buat. sebenarnya tulisan ini secara garis besar ingin kupaparkan sebagai tanda pembuka perkenalan diriku dan beberapa tulisanku. Tapi, walahdalah ujung-ujungnya kok yo curhat koyo ngene. Tulisan di blog ini intinya random yah!!  sebebas penulis bikin kerangka project blognya ingin seperti apa.  Semoga tulisan ini membawa manfaat (Nangis), karena dengan menangis r...